ISU SEPUTAR TOKEK DAN FENOMENA YANG TERJADI DIMASYARAKAT
DIKUTIP DARI :
Banyak Orang
yang mengatakann TOKEK itu mahal, harganya sampai jutaan, puluhan, ratusan,
bahkan sampai milyaran rupiah. Tapi tidak sedikit juga orang yang mengatakan,
tokek itu tidak laku, apalagi harganya sampai berjuta juta.
Ada pula orang yang mengatakan BOMING tokek itu hanya permainan para MAFIA saja
untuk menipu para pemilik modal agar tertarik untuk mengeluarkan uangnya dengan
membeli / investasi tokek yang didapat dari para mafia serta kaki tangannya.
Ada lagi yang mengatakan bisnis tokek itu hanya untuk para pemimpi yang malas
dan tidak mau bersusah payah untuk bekerja tetapi berhayal ingin memiliki
banyak uang.
Banyak juga yang mengatakan tokek itu memang mahal untuk berat tertentu atau
pada usia tertentu, karena dapat menyembuhkan berbagai penyakit, Mulai dari
penyakit kulit, kanker, bahkan yang lebih POPULER konon tokek dapat
menyembuhkan HIV/AIDS, bahkan sebagai bahan untuk membuat senjata biologi.
Mengenai simpang siurnya berita seputar tokek dan beragam tanggapan dari
berbagai lapisan MASYARAKAT, semuanya kembali kepada diri kita sendiri dalam
menilai suatu persoalan, apakah berita ini benar... ataukah berita ini hanya
bohong belaka.
Memang kita sadari litelatur atau info mengenai tokek itu sendiri sangatlah
minim, baik informasi yang kita cari dari INTERNET maupun media media lain.
Kalaupun ada, yang banyak kita jumpai hanyalah seputar penjual dan pembeli
tokek saja yang banyak beriklan di internet. Sementara badan badan resmi
seperti Dinas Keshatan, WHO atau badan badan lainnya tidak mengeluarkan STATEMENT
resmi .
Ada pula pihak yang memasang iklan mau menjual dengan berat sekian sekian,
giliran kita hubungi nomor teleponnya ternyata tidak tersambung, kalaupun
tersambung, banyak pula yang mengatakan barangnya sudah terjual, minta dikasih
DP dululah sebelum kirim foto, ada pula yang mengatakan takut tokeknya tress
lah kalau difoto, apalagi bila ditimbang, padahal syarat untuk menawarkan
produk secara ONLINE haruslah disertai foto dan deskripsinya. Malah ada pula
yang sudah jauh jauh mendatangi penjual, ternyata berat tokeknya tidak sesuai
dengan deskripsi yang di infokan. Ada pula yang tokeknya akal akalan dengan
disuntik silicone atau di isi proyektil senjata api. Dengan kejadian kejadian
begini saja sudah cukup membuat sebagian orang kapok dan kecewa, malah trauma,
bahkan ada yang malah balik mengatakan bisnis tokek ini hanya cerita kosong
belaka, karena kekecewaannya.
Belum lagi cerita soal PEMBELI, ada yang beriklan mengatakan sebagai pembeli,
ternyata hanya main main saja, ada juga yang hanya broker tapi mengaku sebagai
pembeli, padahal kategori seorang pembeli atau BUYER adalah para pemilik modal
yang membeli putus dari pemilik / penjual. Adapula yang ternyata seorang PENIPU
dengan berpura pura sebagai pembeli.. nah jenis ini yang sangat harus kita
waspadai!
Ciri ciri seorang PENIPU adalah mereka yang belum apa apa sudah meminta UANG
(Terjadi pada penjual maupun pembeli). Orang mau jual biar dapat uang, kok
malah dimintai UANG? Alasan mereka takut barangnya tidak sesuai kriteria, dan
bila ternyata barang tersebut tidak sesuai kriteria maka UANG yang diberikan
sebagai JAMINAN tersebutpun HANGUS.
Padahal sama sama kita ketahui tokek itu merupakan Hewan yang gampang STRESS,
apalagi Bila harus berkali kali ditimbang dan disaksikan oleh orang banyak, tentu
sudah pasti beratnya akan menyusut walaupun sedikit pada saat itu, tapi dalam
beberapa hari tokek tersebut akan kurus bila stress. Belum lagi pembayarannya
yang menunggu sampai beberapa hari (katanya) setelah penimbangan terakhir. Jadi
kesimpulan akhirnya tokek tersebut stress, beratnya menyusut, atau tokeknya
mati, dan pastinya tidak masuk lagi kriteria awal, yang akhirnya UANG yang
menjadi JAMINAN pun MELAYANG.
Kalaupun benar, sebenarnya cukup dengan surat pernyataan saja dan dibubuhi
MATERAI cukup, dan bila barang yang ditawarkan oleh pemilik ternyata tidak
sesuai dengan deskripsi yang disebutkan, maka pemilik bersedia mengganti
kerugian atau dituntut dengan Hukum yang berlaku.
Atau bisa saja penjual disuruh datang ketempat pembeli, toh tidak ada ruginya,
malah penjual yang rugi waktu, tenaga dan biaya, kalau memang dia membawa
barang yang tidak sesuai kriteria. Dan rasanya tidak akan mungkin ada penjual
yang mau berbuat konyol seperti itu.
Bila berbicara Buyer/Agen tidak mau ambil resiko dengan membuang buang waktu
untuk melayani penjual tanpa uang undangan/jaminan... Justru ini yang perlu
kita pertanyakan, sehebat apa sih buyer/Agen tersebut?? Apakah memang seorang
publik figur yang terkenal dan super sibuk?? Apakah beliau seorang Konglomerat
?? Seberapa sibuknya sih pembeli tersebut sampai tidak ada waktu untuk melayani
Anda yang yang berniat serius ingin menjual?? Jawabannya adalah; semua yang
dipertanyakan tersebut diatas tidak terdapat pada diri seseorang yang katanya
Buyer/Agen yang minta uang undangan/jaminan tersebut! Kalau tidak percaya
silahkan Anda chek nama orang tersebut dari segala sumber tentang Data Pejabat
Tinggi atau Publik Figur lainnya, Data Konglomerat, atau sedikit saja data
tentang profil pembeli tersebut yang positif.
Hehe seorang President atau seorang Menteri saja masih bersedia menerima
undangan petani dan harus turun kesawah disaat panen raya kok. Apalagi ini
seorang keroco yang sedikit punya modal untuk penampilan dan sewa kantor.
Ingat Sekarang banyak penipu yang bisa berlindung dibalik PAYUNG HUKUM!! Dalam
arti kata Anda tertipu tetapi Anda tidak dapat menuntut secara Hukum karena
perjanjian yang telah Anda buat dinotaris yang tentunya atas dasar kesepakatan
Anda bersama, walaupun dengan draft atau redaksi yang sudah dibuat terlebuh
dahulu oleh yang katanya pembeli/agen, yang tentunya telah dibuat point point
yang nantinya akan menjebak Anda. Sebenarnya teori menipu seperti ini sangat
sederhana tapi terlalu panjang untuk dijabarkan satu persatu disini.
Beberapa Oknum pelaku bisnis tokek pun ada yang sengaja memperkeruh suasana,
supaya dapat memancing di air keruh dengan melakukan PROPAGANDA dengan
mengatakan harga tokek mahal itu omong kosong belaka, tokek itu tidak ada
pembelinya dan lain sebagainya. Biasanya mereka yang membuat KOMENTAR seperti
itu tidak suka membuka identitasnya dan berlindung dibalik identitas palsu.
Padahal awalnya mereka juga yang menggembar gemborkan kalau tokek itu mahal
harganya, dengan berat sekian sekian... harganya sekian sekian... juta, bahkan
milyaran rupiah. Setelah barang banyak didapat oleh masyarakat dan info
menyebar luas kemana mana, justru akhirnya mereka mengatakan sebaliknya.
Dari apa yang tertulis diatas, dapat kita tarik kesimpulan. Tujuannya adalah
agar masyarakat yang terlanjur terjun mencari tokek, atau mungkin menyuruh
orang mencari tokek untuk dibelinya, bahkan yang sedikit bermodal sudah membeli
tokek dari sana sini dengan harapan mendapat keuntungan justru menjadi panik.
KEPANIKAN KEPANIKAN yang terjadi dimasyarakat PERTOKEKAN inilah yang justru
dimanfaatkan oleh oknum oknum tertentu untuk mendapatkan harga dengan SEMURAH
MURAHNYA.
Tapi Anda jangan BERPUTUS ASA dulu, karena tidak sedikit juga Orang yang
menikmati masisnya bisnis tokek ini, berhasil merubah keadaannya menjadi MAPAN
dan berhasil merubah status sosialnya. Ataukah dia hanya mendapat keuntungan
dari permainan MAFIA saja walaupun dia tidak terlibat secara langsung, mungkin
juga hanya sebagai broker, sayapun tidak dapat memastikannya.
Nah dari FENOMENA yang terjadi pada MASYARAKAT seputar ISU TOKEK ini dapatlah
kita tarik kesimpulan, bahwa mencari Uang atau Rejeki itu tidaklah sesederhana
yang kita bayangkan. Kita tetap harus berusaha dengan semaksimal mungkin, entah
dengan cara penangkaran / pembesaran, ataupun bila kita memiliki modal, kita
bisa jual beli (trading) dan lain sebagainya menurut lazimnya usaha usaha yang
lain. Jangan hanya berpangku tangan, baik dalam bentuk usaha tokek maupun usaha
dibidang apapun.
Dalam berbisnik tokek dan apapun hendaklah kita berlaku jujur, janganlah kita
mengharapkan uang yang besar dengan tanpa mengeluarkan modal lantas kita
menawarkan barang orang lain dengan mengakui barang itu milik kita, lalu kita
ingin mengelabui pemilik barang dengan membayarnya murah. Berbeda bila Anda
mengeluarkan modal sendiri, semurah apapun Anda membeli dan semahal apapun Anda
menjual, selagi suka sama suka itu sah sah saja (dengan syarat tanpa unsur
propaganda), karena berarti Andapun telah berusaha maksimal untuk mencari dan
mendapatkan barang murah serta telah berusaha dengan maksimal untuk mencari dan
mendapatkan pembeli dengan harga yang mahal.
Lho dari tadi kita kok bicara jual dan harga saja seolah bisnis ini benar benar
nyata, apakah bisnis ini benar benar nyata??
Dari apa yang saya ketahui dan jalani, bisnis ini adalah nyata adanya,
yang TIDAK REAL adalah Oknumnya / pelakunya.
(Dalam catatan yang penulis buktikan, hanya sebatas menjual tokek kepada
seseorang yang akan dijual kembali/trader. Bukan menjual ke buyer resmi/utusan
suatu lembaga/institusi. Selanjutnya apakah tokek tersebut memang benar benar
laku/terjual/terjual lebih tinggi, penulis tidak mengetahuinya, Bisa jadi
terjual kembali, atau bahkan pembeli merugi karena tidak laku dijual kembali,
dalam hal ini penulis tidak dapat memastikannya)
Lalu untuk apa tokek itu makanya bisa laku?
Untuk apa tokek makanya bisa laku, saya sendiri tidak dapat menjawabnya,
dikarenakan BUYER / PEMBELI utamanya sendiri tidak mengeluarkan keterangan
RESMI baik itu lembaga lembaga ataupun institusi yang telah disebutkan diatas
maupun secara PERSONAL.
Harap dimaklumi bahwa setiap usaha atau TRADE MARK suatu PRODUK / PROYEK apapun
pasti ada sesuatu yang dirahasiakan.
Apkah kita mengetahui secara pasti bahan obat obatan pabrikan itu bahannya
terbuat dari apa? Lalu seperti PROYEK PROYEK RAHASIA itu, apakah kita
mengetahui bahan bahan / materialnya terbuat dari apa?
Lantas bila Anda mengetahui karena Anda terlibat pada suatu proyek tersebut,
apakah Anda akan mengatakannya secara DETAIL kepada khalayak umum?
Kalaulah Anda membocorkannya, sudah pasti orang lainpun tidak akan
mempercayainya, karena tidak ada data data RESMI / pernyataan RESMI dari suatu
LEMBAGA / INSTITUSI yang mendukung perkataan Anda.
Suatu proyek hulu tidaklah selalu mengetahui proyek hilirnya.
Apakah Anda BARU AKAN BERBISNIS proyek hulu, setelah Anda memahami proyek
hilirnya?
Bagi saya hanya menjalankan saja. kalau berjalan ya kita lanjutkan, kalau tidak
ya kita STOP. Karena Anda tidak akan mengetahui sesuatu bila Anda tidak masuk
kedalamnya
Apapun kesimpulan dari penilaian Anda, dikembalikan kepada Anda sendiri. Karena
setiap Individu mempunyai pandangan dan prinsip yang berbeda beda.
Bagi saya pribadipun tidak dapat memberikan ADVIS atau masukan. Prinsip saya
hanyalah menjalankan saja bisnis tokek ini. Siapa dan untuk apa pembeli membeli
tokek saya, saya tidak tahu. Kasarnya saya punya barang dengan kondisi ini
dengan harga begini, mau saya jual segini, itu saja.
Banyak orang yang mengatakan bertani cabai / cabe itu sulit dan beresiko
tinggi.
Bila semua orang berpikir demikian, maka tidak akan kita temui cabai/cabe itu
dipasaran.
Banyak petani cabai / cabe yang berhasil, juga yang untung pas pasan untuk
hidup, ataupun merugi juga ada. Begitupun dengan bisnis apapun, semua mempunyai
bidang / faknya masing masing.
Begitu pulalah dengan TOKEK. Bila semua orang berbisnis dan berbudi daya tokek,
tentu tidak akan ada lagi yang berbisnis dan membudidayakan bidang yang lain.
Disini berlaku HUKUM EKONOMI serta turunannya.
Sebagai contoh, bila Anda berbisnis Restaurant maka akan banyak cabang bidang
lain yang berkaitan dengan Anda, karena Anda akan membutuhkan piring dari
industri piring, sendok, garpu, meja, kursi, sayuran, garam, lauk pauknya dan
banyak lagi yang tidak mungkin semua akan disebutkan satu persatu, yang
kesemuanya melibatkan multi Industri yang lain.
Tidak ada suatu bidang yang dapat berdiri sendiri!
Bila Anda enggan BETERNAK TOKEK. Mungkin Anda dapat memilih beternak pakannya
yaitu
BETERNAK JANGKRIK.
Semua Manusia memiliki bidang, skill, dan talentanya masing masing. Yang
penting kita jujur dan objektive dalam hal apapun termasuk dengan bisnis yang
sedang kita jalani. Makanya walaupun saya di situs ini ada menawarkan jual dan
beli tokek, tapi saya tetap mengatakan yang sebenarnya tentang tokek itu
sendiri. Tidak ada unsur Rayuan ataupun dengan menghalalkan segara cara dalam
berjual beli.
Semoga bermanfaat.